Artikel | Pemkab Lakukan Anjangsana Desa Emas
SUMBERASIH – Seiring dengan telah ditetapkannya 20 desa di Kabupaten
Probolinggo sebagai pelaksana program Desa Emas oleh Bupati Probolinggo
bersama Yayasan Desa Emas Indonesia beberapa waktu lalu, Dinas
Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten
Probolinggo bersama Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dan Pemuda
Milenial Desa Kreatif melakukan Anjang Sana ke Pulau Gili Ketapang
Kecamatan Sumberasih, Minggu (8/12/2019) pagi.
Kegiatan ini sebagai langkah awal dalam membangun sinergi Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Pemuda Patriot Desa Emas Gili
Ketapang untuk lebih mengembangkan potensi Desa Gili Ketapang yang
menuju Desa Emas.
Sinergi pada hari itu di lokasikan di Balai Desa Gili Ketapang
bertajuk bakti sosial pemeriksaan mata, penyuluhan kesehatan, pelatihan
ecobrick dan pelatihan pengelolaan sampah yang mengkolaborasikan program
Komatda bersama FKPS dan PT. POMI-Paiton Energy.
Sementara tim Diskominfo bersama Pemuda Milenial Desa Kreatif
berkesempatan melihat dan mengeksplor potensi-potensi wisata yang masih
memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut, utamanya produk UKM/IKM
khas Desa Gili Ketapang sebagai oleh-oleh khas wisata pulau Gili
Ketapang.
Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengemukakan
Desa Emas itu harus selalu mengeksplorasi, mengembangkan potensi desa
dan mengangkat nilai keunggulan desa dalam rangka menumbuhkan peluang
usaha pariwisata bagi warga masyarakat. Tujuannya adalah untuk meraih
dampak positif meningkatkan perekonomian masyarakat dari meningkatnya
kunjungan wisatawan.
“Saya kira wisata Gili Ketapang ini sudah jadi, tinggal
menyempurnakan pengelolaannya saja agar lebih baik sehingga Pulau Gili
Ketapang ini benar-benar selaras dengan konsep Sapta Pesona. Selanjutnya
adalah memperkaya produk UKM, baik kuliner maupun kenangan berupa
cindramata khas Gili Ketapang sebagai penunjang sektor wisata,” ungkap
mantan camat Sukapura ini.
“Kedepan potensi Gili Ketapang akan kami coba integrasikan kepada
seluruh pihak, baik OPD maupun mitra CSR Pemkab Probolinggo. Peran serta
Patriot Desa Emas dalam pengelolaan wisata kekinian juga akan menjadi
kunci suksesnya cita-cita Desa Emas Gili Ketapang,” imbuhnya.
Sementara Sibro Malisi, salah satu Pemuda Milenial setempat yang
sebelumnya juga aktif dalam pengembangan Gili Ketapang menjadi desa
wisata mengaku resah akan kurangnya penanganan dan pengelolaan sampah di
desanya.
Sibro menyadari lambat laun jika permasalahan ini berkelanjutan bukan
tidak mungkin akan menurunkan tingkat kunjungan wisata di desanya. Oleh
sebab itu sebagai Pemuda Patriot Desa Emas dirinya terpanggil untuk
turut berkontribusi bersama BUMDes setempat dalam penanganan dan
pengelolaan sampah melalui rumah produksi dan bank sampah yang sudah 2
(dua) bulan ini mulai berjalan.
“Mudah-mudahan upaya kami membawa barokah tersendiri bagi desa wisata
kami dan nantinya juga bisa memberikan kontribusi berupa lingkungan
bersih, nyaman dan asri serta menjadikan sampah sebagai omzet bagi
masyarakat,” pungkasnya.(dra/pemkab)


0 comments