Probolinggo adalah salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki sejuta panorama alam yang indah, pada umumnya orang hanya mengenal wisata gunung Bromo saja, padahal sangat banyak tempat wisata keren namun tidak banyak orang yang mengetahuinya.
Baik di Kabupaten maupun Kota Probolinggo terdapat banyak spot obyek wisata mulai dari situs bersejarah, pantai, pulau, air terjun, cagar budaya bahkan tempat yang romantis. Jika anda ingin berlibur ke Probolinggo jangan khawatir kekurangan destinasi wisata, karena di daerah ini menawarkan banyak pilihan tempat wisata yang layak anda kunjungi.
Baiklah tidak perlu panjang lebar langsung saja pada intinya, jika anda ingin berlibur ke Kabupaten/Kota Probolinggo dan masih bingung mencari destinasi wisata yang bagus, berikut ini 27 rekomendasi tempat wisata terbaru yang memiliki panorama paling indah dan layak anda kunjungi, langsung saja simak ulasan singkatnya berikut ini.
Baik di Kabupaten maupun Kota Probolinggo terdapat banyak spot obyek wisata mulai dari situs bersejarah, pantai, pulau, air terjun, cagar budaya bahkan tempat yang romantis. Jika anda ingin berlibur ke Probolinggo jangan khawatir kekurangan destinasi wisata, karena di daerah ini menawarkan banyak pilihan tempat wisata yang layak anda kunjungi.
Baiklah tidak perlu panjang lebar langsung saja pada intinya, jika anda ingin berlibur ke Kabupaten/Kota Probolinggo dan masih bingung mencari destinasi wisata yang bagus, berikut ini 27 rekomendasi tempat wisata terbaru yang memiliki panorama paling indah dan layak anda kunjungi, langsung saja simak ulasan singkatnya berikut ini.
1. Agropolitan
Alamat: Sukapura, Kab Probolinggo, Jatim
2. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Alamat: jln Bromo km 3 Kab Probolinggo, Jatim
![]() |
sumber - @wisatagunungbromo3. Air Terjun Madakaripura
Alamat: Desa Negororejo, Kec Lumbang, Kab probolinggo
4. Bromo Terrace
Alamat: Sukapura, Kab Probolinggo, Jatim
|
5. Bromo Camp House
Alamat: Ds Sapikerep, Kec Sukapura, Kab Probolinggo
7. Bukit Kembang
Alamat: Ds Sapih, Kec Lumbang, Kab Probolinggo
9. Gili Ketapang
Alamat: Kec Sumberasih, Kab Probolinggo, Jatim
10. Bee Jay Bakau Resort (BJBR)
Alamat: Pelabuhan PPP Mayangan, Wisata Primadona, Mangunharjo, Kec. Mayangan, Kota Probolinggo
11. Pantai Duta
Alamat: Dusun Gilin, Randutatah, Kec. Paiton, Probolinggo
12. Madakaripura Forest Park
Alamat: Ds Negororejo, Kec Lumbang, Kab Probolinggo
13. Mahoni Grand Park
Alamat: Kuweni, Tukul, Sumber, Probolinggo, Jawa Timur
14. Ranu Segaran
Alamat: Paras, Segaran, Tiris, Probolinggo, Jawa Timur
15. Pantai Bahak Indah (PBI)
Alamat: Dsn Bahak, Ds Curah Dringu, Kec Tongas, Kab Probolinggo
16. Bukit Bentar
Alamat: Jl. Panglima Sudirman, Area Sawah, Curahsawo, Gending, Probolinggo17. Seruni Point
Alamat: Ngadisari, Sukapura, Area Pegunungan, Keduwung, Puspo, Probolinggo18. Hutan Damar
Alamat: Gn. Argapura, Kalianan, Krucil, Probolinggo, Jawa Timur19. Museum Dr. Mohamad Saleh
Alamat: Jl.DR Jl. Dr. Moch Saleh No.1, Tisnonegaran, Kec. Kanigaran, Kota Probolinggo
20. Arung Jeram Sungai Pekalen
Alamat: Desa Ranu Gedang, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo
21. Danau Ronggojalu
Alamat: Blok, Arisan, Banjarsawah, Kec. Tegalsiwalan, Probolinggo
22. Bukit Seribu Selfie
Alamat: Ds Sariwani, Kec Sukapura, Kab Probolinggo
23. Pantai Bentar
Alamat: Jalur Pantura Mayangan, Karang Anyar, Curahsawo, Kec. Gending, Probolinggo
24. Danau Taman Hidup
Alamat: Ds Bremi, Krucil, Probolinggo, Jawa Timur25. Pantai Bohay
Alamat: Ds Bhinor, Paiton, Probolinggo, Jawa Timur26. Air Terjun Jaran Goyang
Alamat: Ds Guyangan, Krucil, Probolinggo, Jawa Timur
KRUCIL – Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE turut merekomendasikan desa wisata Desa Guyangan Kecamatan Krucil sebagai salah satu destinasi wisata pilihan keluarga khususnya pada musim liburan seperti saat ini.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Tantri saat berkesempatan mengunjungi keberadaan taman edukasi “Taman 99” dan air terjun Jaran Goyang yang menjadi spot andalan desa wisata pemenang event One Village One Destination (OVOD) 2019 yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo beberapa waktu lalu.
Bupati Tantri mengemukakan keunggulan desa wisata Guyangan yang layak untuk dicoba diantaranya ialah koleksi aneka vegetasi Taman 99 yang dilengkapi dengan atraksi panen buah tropis khas Krucil serta wisata petualangan alam berupa air terjun megah yang sangat ramah dan aman untuk anak-anak dan keluarga.
“Kesan kami wisata Guyangan begitu cepat berkembang menjadi menjadi spot wisata berwawasan edukasi. Akses semakin baik, keelokan alamnya fantastis, banyak bunga-bunga yang bagus, kulinernya juga enak, plus cita rasa kopi nangka khas Krucil yang bisa kita dapatkan di sini,” ungkap Bupati Tantri, Rabu (25/12/2019) saat menikmati makan siang di salah satu gazebo Taman 99 bersama keluarga dan buah hatinya.
Lebih lanjut Bupati Tantri berharap keberadaan destinasi wisata Guyangan ini semakin berkualitas dari berbagai aspek dan menjadi berkah tersendiri bagi warga masyarakat sekitarnya. Oleh sebab itu kedepan diperlukan peran serta masyarakat untuk turut serta dalam pengembangan destinasi wisata Guyangan ini.
“Pemkab Probolinggo akan terus mendukung guna penyempurnaan lebih lanjut, tujuannya adalah agar menjadi multiplier effect bagi pemerintah desa berikut stakeholder lainnya untuk melakukan hal yang sama yakni mengembangkan destinasi wisata yang sehat, bersih dan ramah lingkungan,” urainya.
Senada dengan hal tersebut, dr Mirrah Samiyah selaku Ketua Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) yang saat itu juga mendampingi Bupati Tantri menuturkan, sudah saatnya warga Kabupaten Probolinggo bangga dengan potensi lokal. Mengunjungi obyek wisata merupakan salah satu cara untuk mengangkat potensi dan kearifan lokal Kabupaten Probolinggo agar lebih dikenal luas.
“Tidak usah jauh-jauh keluar kota untuk berlibur bersama keluarga, destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo sudah lengkap dari pantai bahkan sampai gunung hutan. Mari kita nikmati bersama. Selain wisatanya dapat, kita juga telah ikut serta memperkuat tiang perekonomian masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (dra)
Punya foto-foto / video / narasi keren yang jadi kebanggaan kamu? Atau punya bakat memotret atau buat video yang mumpuni? Daripada hanya dipamerkan pada teman-teman untuk menuai pujian atau bahkan sekedar ‘likes’, bagaimana kalau kamu mencoba upload atau posting ekspresi foto / video / narasi liburan kamu .
Ekspresi foto / video / narasi liburan ini adalah sebuah kegiatan yang digagas oleh Endless Probolinggo untuk mengajak kamu untuk lebih mengekspresikan keindahan alam tempat wisata Kabupaten Probolinggo
Kali ini, tema Foto / video / narasi yang diusung adalah “ Ekspresi Liburan".
Tema ini dipilih untuk mengingatkan kembali bahwa Kabupaten Probolinggo adalah sebuah kabupaten yang memiliki kekayaan alam dan wisata yang sungguh luar biasa yang perlu diperkenalkan pada generasi milenial.
#endlessprobolinggo #exploreprobolinggo #probolinggo #indonesia #jakarta #like #bali #bandung #instagram #surabaya #viral #photography #travel #instagood #malaysia #love #medan #follow #repost #wonderfulindonesia #pesonaindonesia #jogja #likeforlikes #semarang #jawatimur #yogyakarta #singapore
PROBOLINGGO – Untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan hasil pelatihan jurnalisme warga yang diterima oleh patriot desa dari lokasi Desa Emas dan pemenang OVOD (One Village One Destination), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo menggelar penganugerahan award bagi peserta yang masuk nominasi dan dinilai terbaik hasil karyanya di Bale Hinggil Probolinggo, Selasa (17/12/2019).
Penganugerahan award jusnalisme milenial ini diberikan berdasarkan hasil karya lomba blogging dan penulisan kreatif, lomba video blogging dan lomba fotografi yang diserahkan pada panitia dalam mengaplikasikan potensi-potensi yang ada di 30 desa yang terdiri dari 20 desa pilot project program Desa Emas dan 10 desa yang masuk nominasi One Village One Destination (OVOD) di Kabupaten Probolinggo.
Prosesi penganugrahan diawali dengan workshop yang dibimbing langsung oleh narasumber Dwi Lily Indayani sebagai Founder Creative Kokedama, salah satu pelaku usaha tanaman di Kota Batu dan Ketua FKPS (Forum Kabupaten Probolinggo Sehat) dr. Mirrah Samiyah yang menyelenggarakan Program OVOD tahun 2019.
Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian menjelaskan, kegiatan pelatihan ini sangatlah penting khususnya yang berkaitan dengan teknik pengambilan sebuah momen.
Sebagai generasi muda milenial dituntut lebih banyak berkreatif dan inovatif untuk mendukung potensi desa yang masuk pilot project 20 Desa Emas dan 10 desa yang masuk nominasi program OVOD tahun 2019.
“Dengan generasi milenial yang kreatif dan inovatif nantinya dapat mempromosikan potensi desanya agar supaya menjadi gencar. Tukar pengalaman dan informasi sangat penting untuk jejaring komunikasi. Kegiatan ini akan dilaksanakan terus agar dapat lebih meningkatkan ekonomi di desa khususnya,” ungkapnya.
Hasil penilaian dewan juri terhadap karya-karya peserta yang antusias mengikuti lomba tesebut, telah mampu menyuguhkan hasil karyanya dan dinyatakan memiliki hasil yang baik. Untuk menyatakan hasil yang terbaik telah dilakukan seleksi lagi oleh panitia.
Terbaik lomba blogging dan penulisan kreatif diraih oleh peserta dari Desa Bhinor Kecamatan Paiton, terbaik lomba video blogging diraih oleh peserta dari Desa Wonotoro Kecamatan Sukapura dan terbaik lomba fotografi diraih oleh peserta dari Desa Sapikerep Kecamatan Sukapura. Untuk juara favorit Instagram (IG) berupa follower diraih peserta dari Desa Ngadisari Kecamatan Sukapura dan juara favorit IG (viewer) diraih oleh peserta dari Desa Gili Ketapang Kecamatan Sumberasih. (y0n)
Setidaknya ada 9 lokasi wisata di Probolinggo yang bisa disinggahi ketika berkunjung ke Kota Bayuangga itu. Satu di antaranya adalah Danau Ronggojalu yang terletak di Desa Tegalsiwalan Kabupaten Probolinggo.
Jalan menuju wisata air ini cukup mudah atau hanya membutuhkan waktu 30 menit dari Kota Probolinggo melewati jalan arah menuju Lumajang dan Jember.
Konon danau yang tak begitu luas ini memiliki kisah tentang perebutan wilayah oleh Ki Ronggo dan Ki Jalu yang masih satu saudara. Mereka berebut dan berperang. Sementara ada seorang Kyai sakti yang menancapkan sebuah lidi di kawasan danau itu dan menyuruh Ronggo dan Jalu untuk mencabut lidi tersebut.
Siapa yang berhasil, dia lah yang menjadi penguasa wilayah tersebut. Namun, keduanya tidak ada yang mampu mencabutnya, dan kemudian kyai sakti itu lah yang mencabut hingga bekas tancapan lidi itu mengeluarkan sumber air hingga menjadi sebuah danau dan kedua bersaudara itu tenggelam dan mati. ( oman )
Sumber :
http://smk.lksaalfalahleces.net/read/7/endless-probolinggo-wisata-ronggojalu-leces-probolinggo
Gunung Bromo, siapa yang tidak mengenal kepopuleran gunung berapi yang masih aktif ini. Gunung Bromo adalah gunung yang paling terkenal di Jawa Timur dengan kunjungan yang paling ramai setiap tahunnya.
Gunung Bromo memiliki ketinggian 2.392 Meter dari atas permukaan laut dan berada dalam empat lingkup kabupaten, yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Keadaan alam gunung Bromo bertautan pula dengan lembah, ngarai, caldera atau lautan pasir dengan luas sekitar 10 Km.
Gunung Bromo juga termasuk dalam satu kawasan Bromo Tengger Semeru National Park, dimana terdapat beberapa obyek wisata yang bisa dikunjungi seperti, Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok, beberapa danau dan Gunung Bromo sendiri.
Sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Bromo telah mengalami letusan dengan interval waktu yang teratur dalam 20 abad ini, yakni sekitar 30 tahun sekali. Letusan terbesar terjadi pada tahun 1974 dan kembali meletus di tahun 2010.
Selain keindahan yang tersimpan di Gunung Bromo, Yadna Kasada atau Upacara Kasodo lah yang membuat Gunung Bromo menjadi tujuan destinasi utama setiap tahunnya. Upacara Kasodo digelar setiap tahun pada bulan purnama di bulan Desember atau January.
Asal muasal Upacara Kasodo ini bermula sejak abad ke-15 di mana diceritakan tentang seorang putri bernama Roro Anteng yang memimpin kerajaan Tengger dengan suaminya, Joko Seger. Pasangan ini tidak memiliki anak dan karena itu mereka berdoa dan memohon kepada dewa-dewa gunung untuk diberikan anak.
Dari permohonan mereka, dewa memberi 24 anak dan mewajibkan bagi mereka untuk mengorbankan anak ke 25 mereka untuk dilempar kedalam gunung berapi. Permintaan dewa inipun dilaksanakan sehingga menjadi tradisi sampai saat ini. Rakyat Tengger melakukan upacara Kasada dengan melemparkan hasil bumi ke dalam kawah Bromo sebagai ucapan syukur atas panen yang diterima dan sebagai permohonan untuk panen yang lebih melimpah di musim selanjutnya.
Meskipun penuh dengan bahaya, terdapat beberapa penduduk setempat yang mengambil resiko dengan naik dan turun ke kawah dalam upaya untuk mengambil kembali barang yang dikorbankan yang diyakini bisa membawa keberuntungan.
Sumber :
Eastjava.com
Krucil,Endless Probolinggo – Eksotisnya Taman 99 Desa Wisata Guyangan Kecamatan Krucil
kian hari semakin diminati wisatawan. Destinasi wisata berupa hamparan
taman bunga yang dipadu dengan tanaman buah ini berada tepat di pintu
masuk menuju wisata alam air terjun Jaran Goyang.
Taman bunga ini nampak begitu alami dan asri dengan beragam bunga
warna warni khas Kecamatan Krucil, tanpa adanya hiasan yang berlebihan.
Hanya ada rambu rambu wisata, gazebo serta kantin umum yang terletak di
tengah-tengah taman wisata sehingga memudahkan para pengunjung untuk
mengaksesnya.
Bagi pengunjung yang fisiknya tidak begitu kuat untuk mencapai air
terjun Jaran Goyang, maka memilih untuk berlama-lama menikmati hamparan
taman bunga 99 ditemani kuliner khas Desa Guyangan adalah pilihan yang
tepat untuk mengusir penat dan memanjakan mata.
Sesuai dengan namanya Taman 99, taman ini memiliki koleksi sebanyak
99 jenis tanaman berbuah, yang nantinya pada saat musim berbuah
destinasi wisata ini juga berfungsi sebagai wisata petik buah.
“Selain bunga yang beraneka ragam, Taman 99 memiliki beragam
buah-buahan yang mungkin tidak banyak orang tahu seperti manggis,
alpukat, berbagi jenis durian dan buah-buahan khas pegunungan tropis
lainnya. Selain itu di taman edukasi ini juga kami buat mini ladang yang
berisi bermacam tanaman kebun seperti tembakau dan jenis-jenis
sayuran,” kata Kepala Desa Guyangan Hasyim.
Belum genap satu tahun keberadaan Taman 99 yang berada di kawasan
objek wisata air terjun Jaran Goyang ini, namun tingginya animo
masyarakat untuk berkunjung sangat tinggi. Boleh dikatakan adanya taman
edukasi ini mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisata pada objek wisata
air terjun Jaran Goyang.
“Rata-rata total kunjungan wisata Air Terjun Guyangan setiap minggu
kini mencapai 500 orang dari berbagai macam kalangan, baik dari kalangan
umum maupun yayasan pendidikan. Jadi, jika anda belum punya rencana
kemana untuk berwisata akhir pekan ini? Taman 99 dan wisata alam air
terjun Jaran Goyang sangat layak untuk dikunjungi bersama keluarga
tercinta,” pungkasnya. (dra)
KRUCIL – Megah dan eksotis adalah kata pertama yang terbesit dibenak
setiap wisatawan pengunjung wisata alam Air Terjun Jaran Goyang
kebanggaan Desa Guyangan Kecamatan Krucil.
Bagaimana tidak, air terjun dengan dinding tebing yang cukup lebar
pada kedua sisinya itu nampak elok dengan adanya tambahan wahana dua
buah taman kolam bermain pada bagian kanan aliran sungainya. Tidak itu
saja, sebuah jembatan mungil di penghujung jalur seakan turut
mempertegas bahwa destinasi wisata alam ini layak untuk dijadikan
pilihan.
Fasilitas penunjang yang mulai lengkap, akses jalan yang relatif
representatif serta adanya tambahan wahana berupa taman bunga dan
potensi agrikulturnya yang berada pada pintu masuknya, kini air terjun
Jaran Goyang seakan menjelma menjadi sebuah destinasi wisata berkelas.
Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya pun tidak perlu
diragukan lagi, tidak heran jika destinasi wisata yang semakin
digandrungi ini keluar sebagai juara pertama pada event One Village One
Destination (OVOD) 2019 yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Probolinggo bersama Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) beberapa
waktu lalu.
Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten
Probolinggo Abdul Halim pada saat berkesempatan mengunjungi Wisata Air
Terjun Guyangan pun mengakui bahwa destinasi wisata yang tersaji lengkap
ini tidak kalah kualitasnya dari tempat wisata yang ada di luar daerah.
“Tempat ini sangat menarik, tinggal bagaimana kita bisa mengupayakan
branding dan promosinya secara gencar. Minimal maksimalkan dulu target
kunjungan dari masyarakat Kabupaten Probolinggo. Selanjutnya gaungnya
pasti akan menarik kunjungan dari regional maupun internasional,”
tandasnya.
Sementara Ketua Umum FKPS dr Mirrah Samiyah pada kesempatan yang sama
mengemukakan sebagai destinasi wisata pemenang OVOD yang memenuhi
beberapa kriteria penting ini diharapkan wisata Guyangan mampu
berkembang dengan pesat, penuh semangat, komitmen dan partisipasi aktif
dari seluruh elemen masyarakat Kecamatan Krucil dan Kabupaten
Probolinggo.
Menurut dr Mirrah Samiyah destinasi wisata yang layak untuk
dikembangkan minimal memiliki 20 kriteria, diantaranya adalah wisata
yang sehat, ramah lingkungan, memberdayakan SDM lokal serta mendapatkan
dukungan dari pemerintah desa dan Kkcamatan. Dan ini dimiliki oleh
destinasi wisata Guyangan.
“Selanjutnya kami ingin bersama-sama untuk membangun tidak hanya
destinasi wisata alam namun juga destinasi edukasi. Dengan konsep
tersebut kami ingin mengembalikan amanah kita sebagai kholifaf untuk
menjaga keseimbangan alam, bukan hanya mengambil di alam tetapi juga
merawat agar alam itu tetap terjaga dengan baik,” pungkasnya. (dra)
SUMBERASIH – Seiring dengan telah ditetapkannya 20 desa di Kabupaten
Probolinggo sebagai pelaksana program Desa Emas oleh Bupati Probolinggo
bersama Yayasan Desa Emas Indonesia beberapa waktu lalu, Dinas
Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten
Probolinggo bersama Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS) dan Pemuda
Milenial Desa Kreatif melakukan Anjang Sana ke Pulau Gili Ketapang
Kecamatan Sumberasih, Minggu (8/12/2019) pagi.
Kegiatan ini sebagai langkah awal dalam membangun sinergi Pemerintah
Kabupaten (Pemkab) Probolinggo bersama Pemuda Patriot Desa Emas Gili
Ketapang untuk lebih mengembangkan potensi Desa Gili Ketapang yang
menuju Desa Emas.
Sinergi pada hari itu di lokasikan di Balai Desa Gili Ketapang
bertajuk bakti sosial pemeriksaan mata, penyuluhan kesehatan, pelatihan
ecobrick dan pelatihan pengelolaan sampah yang mengkolaborasikan program
Komatda bersama FKPS dan PT. POMI-Paiton Energy.
Sementara tim Diskominfo bersama Pemuda Milenial Desa Kreatif
berkesempatan melihat dan mengeksplor potensi-potensi wisata yang masih
memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut, utamanya produk UKM/IKM
khas Desa Gili Ketapang sebagai oleh-oleh khas wisata pulau Gili
Ketapang.
Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengemukakan
Desa Emas itu harus selalu mengeksplorasi, mengembangkan potensi desa
dan mengangkat nilai keunggulan desa dalam rangka menumbuhkan peluang
usaha pariwisata bagi warga masyarakat. Tujuannya adalah untuk meraih
dampak positif meningkatkan perekonomian masyarakat dari meningkatnya
kunjungan wisatawan.
“Saya kira wisata Gili Ketapang ini sudah jadi, tinggal
menyempurnakan pengelolaannya saja agar lebih baik sehingga Pulau Gili
Ketapang ini benar-benar selaras dengan konsep Sapta Pesona. Selanjutnya
adalah memperkaya produk UKM, baik kuliner maupun kenangan berupa
cindramata khas Gili Ketapang sebagai penunjang sektor wisata,” ungkap
mantan camat Sukapura ini.
“Kedepan potensi Gili Ketapang akan kami coba integrasikan kepada
seluruh pihak, baik OPD maupun mitra CSR Pemkab Probolinggo. Peran serta
Patriot Desa Emas dalam pengelolaan wisata kekinian juga akan menjadi
kunci suksesnya cita-cita Desa Emas Gili Ketapang,” imbuhnya.
Sementara Sibro Malisi, salah satu Pemuda Milenial setempat yang
sebelumnya juga aktif dalam pengembangan Gili Ketapang menjadi desa
wisata mengaku resah akan kurangnya penanganan dan pengelolaan sampah di
desanya.
Sibro menyadari lambat laun jika permasalahan ini berkelanjutan bukan
tidak mungkin akan menurunkan tingkat kunjungan wisata di desanya. Oleh
sebab itu sebagai Pemuda Patriot Desa Emas dirinya terpanggil untuk
turut berkontribusi bersama BUMDes setempat dalam penanganan dan
pengelolaan sampah melalui rumah produksi dan bank sampah yang sudah 2
(dua) bulan ini mulai berjalan.
“Mudah-mudahan upaya kami membawa barokah tersendiri bagi desa wisata
kami dan nantinya juga bisa memberikan kontribusi berupa lingkungan
bersih, nyaman dan asri serta menjadikan sampah sebagai omzet bagi
masyarakat,” pungkasnya.(dra/pemkab)
PAITON – Pada tahun 2020 mendatang Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Probolinggo berkomitmen untuk memacu dan mendorong potensi batik melalui
even festival batik khas Kabupaten Probolinggo. Rencananya even sebagai
media untuk mengapresiasi para desainer busana batik ini bakal diadakan
setiap bulan dengan konsep dan tema berbeda.
Hal ini dikemukakan oleh Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata
dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto saat
mengawal jalannya festival batik bertajuk festival hijab Dewi
Rengganis, Jum’at (6/12/2019) pagi di pantai wisata Bhinor Harmony
(Bohay) Desa Bhinor Kecamatan Paiton.
Sugeng Wiyanto menyebutkan even festival batik ini merupakan arahan
Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari SE kepada seluruh perangkat
daerah untuk turut serta dalam supporting dan memberikan semangat kepada
para pengrajin batik atas inovasi dan kreatifitas yang luar biasa
melalui dunia fashion.
“Pada tingkat nasional batik tulis Kabupaten Probolinggo kini unggul
dalam segi inovasi dan kreatifitas. Hal ini juga telah diakui oleh tokoh
batik nasional Samuel Watumena. Tentunya ini menjadi penambah semangat
bagi kita, potensi inilah yang akan kita dorong melalui festival batik
yang Insya Allah akan kita lakukan setiap bulan,” terang Sugeng Wiyanto.
Pada festival batik perdana ini, Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan
Asesoris (APBBA) Kabupaten Probolinggo menampilkan koleksi kain batik
tulis hasil karya dari beberapa galeri batik tulis binaannya. Yakni
batik tulis Pancor Emas Desa Bucor Kulon Kecamatan Pakuniran, Sumber Ayu
Batik Desa Sumberkembar Kecamatan Pakuniran, Kaloka Handmade Kecamatan
Paiton, dan karya batik Difabel CSR PT PJB Paiton.
Puncaknya, para undangan yang hadir juga berkesempatan menyaksikan
fashion show busana hijab apik hasil kreasi desainer batik dari APBBA
Kabupaten Probolinggo yang saat itu diperagakan oleh model profesional.
Pada penampilan pertama disajikan oleh galeri batik tulis Dewi
Rengganis Desa Jatiurip Kecamatan Krejengan yang telah menyulap kain
batik tulisnya menjadi gaun pesta berkelas. Kemudian desain yang tak
kalah apik juga ditampilkan oleh galeri batik tulis Selowaty Desa
Selogudig Wetan Kecamatan Pajarakan dengan tema kembang selowaty.
Disusul berikutnya oleh galeri batik tulis Ronggo Mukti Kelurahan
Sidomukti Kecamatan Kraksaan dengan mengangkat fashion berbahan batik
tulis dengan tema The Nature of Terracota (merah bata), dimana warna ini
menjadi trend warna fashion dunia tahun 2020.
Untuk menyemarakkan festival batik ini, para Camat se-Kabupaten
Probolinggo juga secara spontanitas turut memperagakan busana batik khas
Kabupaten Probolinggo yang sedang dikenakannya. (dra/pemkab)
PAITON – Dalam rangka terus mendorong kreatifitas dan inovasi
pengrajin batik Kabupaten Probolinggo, Pemerintah Kabupaten (Pemkab)
Probolinggo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan
(Disporaparbud) menyelenggarakan festival batik, Jum’at (6/12/2019) pagi
di Pantai Wisata Bhinor Harmony (Bohay) Desa Bhinor Kecamatan Paiton.
Festival Batik kali pertama dan bakal menjadi even bulanan di
lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini dihadiri oleh
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo H Soeparwiyono bersama
segenap Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat se-Kabupaten
Probolinggo.
Kali ini dengan tajuk “Festival Hijab Dewi Rengganis” sedikitnya tiga
desainer batik dari Asosiasi Pengrajin Batik Bordir dan Asesoris
(APBBA) Kabupaten Probolinggo berkesempatan memamerkan desain busana
hijab terbaiknya dengan menggunakan bahan batik khas Kabupaten
Probolinggo melalui peragaan busana oleh para model.
Sebagai wujud komitmen bersama untuk mendukung kemajuan batik
Kabupaten Probolinggo, Pemkab Probolinggo yang diwakili oleh Sekda
Soeparwiyono menandatangani Pakta Integritas diatas selembar kain batik
bersama para desainer batik tulis yang saat itu diwakili oleh desainer
Batik Ronggomukti, Batik Dewi Rengganis dan Batik Selowaty.
Dalam sambutannya Sekda Soeparwiyono mengapresiasi sepak terjang para
insan batik tulis Kabupaten Probolinggo. Dimana karya-karya terbaiknya
telah merambah pasar internasional. Selanjutnya bagaimana para insan
batik tidak hanya mampu menciptakan lembaran kain batik saja. Oleh
karena itu dibutuhkan kreatifitas dan inovasi untuk membawa nama baik
batik Kabupaten Probolinggo semakin dikenal luas.
Sekda Soeparwiyono menilai sampai saat ini kreatifitas dan inovasi
yang diciptakan oleh desainer batik sudah cukup cerdas dengan
memanfaatkannya menjadi karya seni yang lebih bernilai. Selain berbentuk
busana-busana kasual dan khusus, batik Kabupaten Probolinggo yang
disulap menjadi udeng dan syal saat ini juga sangat digemari.
“Karya-karya seperti ini sangat dibutuhkan untuk mengangkat dan
mempertahankan potensi batik kita kedepannya. Harapan kami kepada para
pengrajin batik juga harus terus menciptakan karya batik bagi segmentasi
menengah ke bawah yang notabene terjangkau bagi masyarakat luas
khususnya di Kabupaten Probolinggo,” katanya.
Selanjutnya Sekda Soeparwiyono menyampaikan, mendorong potensi wisata
juga tidak kalah penting karena kedua potensi ini saling menunjang satu
sama lain. Memilih lokasi Pantai Bohay sebagai venue even merupakan
salah satu upaya untuk turut mempromosikan keberadaan destinasi Pantai
Bohay yang merupakan salah satu dari 20 Desa Binaan Yayasan Desa Emas di
Kabupaten Probolinggo.
“Alhamdulillah ternyata Pantai Bohay tidak kalah keren dengan tempat
lain, tidak hanya keindahan panorama pantainya yang menjadi potensi
utamanya, potensi biota bawah lautnya juga sangat kaya dan kini juga
telah ditunjang dengan menu wisata snorkeling dan diving,” ucapnya
berpromosi.
“Ayo kita ajak keluarga kita untuk berkunjung dan menikmati
potensi-potensi yang sudah ada Kabupaten Probolinggo, tidak usah lagi
kita keluar kota hanya untuk berwisata, di tempat kita sendiri sudah
sangat lengkap. Berbanggalah dengan potensi kita sendiri, siapa lagi
kalau bukan kita?,” tandasnya. (dra/pemkab)










































